by

Bangun Akses Internet Cepat, Menkominfo Ingatkan Kolaborasi Jaga Ruang Digital

Siaran Pers No.137/HM/KOMINFO/04/2021

Kamis, 22 April 2021

Tentang

Bangun Akses Internet Cepat, Menkominfo Ingatkan Kolaborasi Jaga Ruang Digital  

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi melalui 5 Paket Base Transceiver Station (BTS) sinyal 4G telah dimulai. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Kelanga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Oleh karena itu, Menkominfo mengingatkan agar akses internet cepat dapat digunakan secara produktif dan menjaga ruang digital dari kegiatan yang tidak bermanfaat.

“Pembangunan infrastruktur TIK paket 1,2,3,4 dan 5 diawali hari ini dari desa Kelanga Kabupaten Natuna untuk Nusantara,” ujarnya di acara Ground Breaking BTS 4G di Desa Kelanga, Natuna, Kamis (22/04/2021). 

Dengan dimulainya peletakan batu pertama tersebut, Menteri Johnny berharap selama proses pembangunan berlangsung memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.  “Pekerjaan ini pekerjaan kolaborasi, pekerjaan kita bersama, pekerjaan gotong royong kita sekalian,” jelasnya.

Kepada kepala desa dan perangkat desa di seluruh Indonesia, Menkominfo menyampaikan salam hangat dengan mengajak secara bersama-sama mengawal pembangunan 5 Paket tersebut untuk kemajuan bangsa di sektor TIK.

“Mari kita gunakan, mari kita bekerja secara bersama-sama untuk kemaslahatan kehidupan kita. Bulan ini bulan Ramadhan, kita mulai ini di bulan ramadhan,” ujarnya.

Menteri Johnny berharap, awal dimulainya pembangunan BTS 4G yang bertepatan di Bulan Suci Ramadhan tahun ini, tidak terlepas dari doa bersama seluruh masyarakat Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa. 

“Kiranya awal pembangunan dan peletakan batu pertama di bulan Ramadhan ini menunjukan semangat bersama kita untuk pembangunan negeri kita tercinta,” tandasnya.

Jaga Ruang Digital

Pembangunan akses internet cepat merupakan upaya Pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai bangsa digital. Menkominfo mengingatkan agar peralihan dan perpindahan atau migrasi aktifitas masyarakat dari ruang fisik ke ruang digital menuntut prasyarat, cara berpikir, dan kebiasaan baru. 

“Karenanya saya tentu berharap pembangunan infrastruktur ini kita manfaatkan untuk kepentingan kemajuan bangsa dan masyarakat, jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, cara cerdas beraktifitas di ruang digital adalah dengan tidak melakukan tindakan yang tidak bermanfaat. 

“Seperti menyebarkan berita bohong, hoaks, misinformasi, dan disinformasi baik dalam bentuk rupa, tipe dan substansi apapun yang tidak sejalan dengan undang-undang. Mari kita bersama bersihkan ruang digital kita agar lebih bermanfaat,” tandasnya.

Sebagai bagian dari dukungan pemanfaatan ruang digital yang bermanfaat, Kementerian Kominfo pada tahun 2021 telah meluncurkan 4 Kurikulum dan Modul Literasi yang dikemas dalam acara Grand Launching di Kota Surabaya pada 16 April lalu.

Menteri Johnny menegaskan 4 Kurikulum dan Modul Literasi untuk pelatihan tingkat dasar bagi 12,4 juta rakyat itu merupakan tahap awal dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia.” Selanjutnya setiap tahun akan meningkat, kami tentu berharap sampai akhir periode pemerintahan ini setidaknya 100 juta rakyat kita dijangkau di dalam Gerakan Nasional Literasi Digital atau keahlian tingkat dasar digital,” jelasnya.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Natuna, Menteri Johnny memberikan bantuan perangkat komputer dan aksi BAKTI secara simbolis kepada Kepala Desa Kelanga sebagai dukungan Infrastrutktur telekomunikasi di desa tersebut. Selain itu, Direktur Utama BAKTI Anang Latif menyerahkan laptop secara simbolis kepada Bendahara Kantor Desa Kelanga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *