by

AKHIRNYA CORONA MENYAPA SAYA (4)

Ketat Terapkan Protokol Kok Masih Kena? Pertanyaan ini yg pertama kali menghampiri saya usai saya divonis positif mengidap Covid-19 pada Selasa (1/9). Saya cukup ketat dalam menerapkan protokol kesehatan bagi saya dan anggota keluarga saya. Sejak awal, setiap keluar rumah selalu menggunakan masker medis. Saya jarang sekali menggunakan masker kain. Kecuali untuk kepentingan fashion untuk acara-acara tertentu. Hand sanitizer selalu dibawa serta kemana pun saya pergi. Karena saya dapat ruang kerja yg dilengkapi kamar mandi sendiri, saya rutin mencuci tangan pakai sabun. Jika bertemu orang saya berusaha tetap menjaga jarak.

Ruang kantor Kominfo di Jl Medeka Barat No 9 termasuk rutin disemprot disinfektan setiap akhir pekan. Bahkan kadang untuk ruangan-ruangan utama seperti lantai 7 disemprot setiap hari usai jam kantor. Tapi kok saya masih kena Covid-19?Begini ceritanya. Sejak kantor menerapkan pembagian kerja WFO dan WFH, mulai sekitar bulan Mei 2020, saya atas kesadaran sendiri untuk selalu masuk kantor alias WFO terus. Tempat tinggal saya yg hanya 5 menit dari kantor, fasilitas kendaaraan dan driver yg saya terima meyakinkan saya bahwa saya tidak terlalu berpotensi untuk terpapar covid-19. Tim saya di Biro Humas saya bagi 75 persen bekerja di rumah, 25 persen bekerja di kantor. Dari total 46 pegawai, rata-rata tim yg masuk kantor tidak lebih dari 12 orang. Dengan kekuatan 12 anggota tim masuk kantor dan selebihnya bekerja dari rumah, kami tetap optimal mengerjakan tugas-tugas kehumasan kami.

Kami tetap bisa memfasilitasi penyelenggaraan konferensi pers secara virtual, menerbitkan siaran pers secara rutin, memfasilitasi tapping video Pak Menteri dan pimpinan lain, menyelenggarakan seminar daring, rutin menerbitkan majalah setiap bulan, mengelola pemberitaan kominfo go.id, mengelola media sosial kominfo yang terus tumbuh baik: Instagram @kemenkominfo saat ini difollow lebih dari 1,2 juta orang, twitter @kemkominfo diikuti lebih dari sejuta orang, demikian halnya dengan fanpage facebook dan akun youtube Kemkominfo TV yang terus tumbuh. Yang saya mau sampaikan bahwa bisa jadi di pekan lalu daya tahan tubuh saya menurun di tengah kesibukan yang luar biasa. Di saat yg sama, pada Kamis (27/8) saya bertemu dan berbicara dgn kolega yg ternyata positif covid-19. Kolega saya ini sdh melakukan test swab di pagi hari, hasilnya baru keluar di malam harinya. Sopir dan istri-sopir dari kolega saya ini sdh ketahuan positif duluan beberapa hari sebelumnya.

Saat itu saya benar-benar tidak tahu bahwa kolega saya ini kemungkinan terpapar covid-19. Kami ngobrol dalam jarak sekitar 1,5 meter dan dalam waktu cukup lama. Ada sekitar 20 menit. Saya mengenakan masker medis, kolega saya ini mengenakan masker kain yg dilapisi tisu. Beliau sempat membuka masker ketika minum jus buah yg disuguhkan kepadanya. Di tengah obrolan tersebut, kalau tak salah, kolega saya ini bersin-bersin cukup kencang, ada 4 kali bersin. Saya pamit kembali ke ruangan saya ke kolega saya tadi. Sampai di luar ruangan, saya disamperin oleh teman-teman: Pak Nando gak tahu kalau yg ngobrol dengan Pak Nando tadi sopirnya positif? Saya bilang saya gak tahu. Mendapat info tsb, saya langsung ganti masker saya, pakai masker medis yg baru, lalu kembali ke ruangan saya.Jumat (29/8) pagi jam 05.00, salah satu tim kami di Biro Umum mengabarkan bahwa kolega yg ngobrol dengan saya kemarin itu positif covid-19. Mendapat info tsb, di rumah saya langsung pakai masker agar tidak menulari istri, anak dan adik2 yg tinggal serumah dgn kami. Menurut Dokter Luthfie, pimpinan Klinik Pratama Kominfo, dari cluster kecil kolega saya tadi di lantai 7 gedung utama, setidaknya ada 5 kasus positif termasuk saya.

Dalam beberapa hari terakhir cukup banyak kasus positif di kantor kami. Hari ini ada 5 kasus, kemarin ada 10 kasus, sebelumnya 4 kasus. Jadi meskipun saya ketat menerapkan protokol kesehatan dgn memakai masker, selalu mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak, namun jika ada teman atau kolega kita yg lain tidak melakukannnya, kita pun bisa kena. Oh ya saking ketatnya menerapkan protokol kesehatan, saya hampir tidak pernah ke luar rumah selain urusan kantor. Meskipun 2 pekan lalu ada libur panjang 4 hari, saya dan istri tidak ikut-ikutan ke mall atau ke pusat perbelanjaan. Satu-satunya kami ke mall adalah di bulan Juli 2020. Saat itu kami sdh kangen banget makan sushi tei kesukaan kami. Saya dan istri ke Grand Indonesia sebentar, makan sushi tei, lalu pulang kembali ke rumah. Total kami berada di GI saat itu, tak lebih dari 60 menit.Kondisi Fisik Di hari keempat saya di Wisma Atlet ini, Jumat (4/9) kondisi fisik saya makin membaik: batuk sdh sembuh, tenggorokan tidak gatal lagi, sariawan sembuh. Secara umum perkembangan kondisi fisik saya cukup menggembirakan.Tetangga kamar saya adik Abdul Aziz, tadi sore pamit pulang kembali ke Duren Sawit, rumahnya.

Setelah dirawat 10 hari, ia dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke rumah, berkumpul kembali bersama keluarganya. Total penghuni Lantai 30 Tower 7 yg kembali ke rumah setelah dinyatakan sehat pada hari ini ada 4 orang. Saya mendapatkan info lengkap ini dari WAG Rawat Inap Lt 30. WAG ini dikelola oleh Petugas Medis, anggotanya seluruh penghuni Lantai 30 Tower 7. Melalui WAG ini, seluruh komunikasi antara petugas dgn pasien dilakukan, termasuk pemberitahuan kapan swab test, kapan cek darah lanjutan, kapan EKG lanjutan, kapan layanan konsultasi psikologi diberikan, dll. Cinta Terus MengalirHari ini cinta terus mengalir untuk saya di Wisma Atlet. Saya mendaparkan kiriman bingkisan kasih berupa vitamin Enaplex, Tolak Angin, masker dan Minyak Kayu Putih dari Pak Primus Dorimulu, Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holding (BSMH). Lewat telepon, Pak Primus meminta saya untuk rutin mengoleskann minyak kayu putih di sekitar hidung.

Saya juga mendapatkan parcel bunga dan buah yg sangat cantik dari Direktorat Hukum Bank Indonesia yg dikirimkan oleh Mbak @Dyah Pratiwi. Tim solid saya Mas Tommy Tirtawiguna dan Yunita juga mengirimkan saya bingkisan jus re.juve, madu jahe dan Aromaterapi ruangan serta masker. Sahabat saya Yudhistira Nugraha mengirimkan sebotol vitamin Syunis via Gojek.Karena banyaknya buah yg saya terima, saya berbagi dengan seluruh penghuni Lantai 30. Hasil Swab IstriHingga pukul 20.00 Jumat (4/9), hasil swab istri dan anak saya belum keluar juga. Berarti, sejak dilakukan swab pada Rabu (2/9) jam 09.30 pagi sampai sekarang sdh hampir 60 jam. Semoga besok keluar dan hasilnya negatif. Dari info yg saya terima, keadaan istri dan anak saya sehat, tidak ada yg perlu dikhawatirkan.

Salam,

Ferdinandus SetuPenghuni 73027

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *