by

AKHIRNYA CORONA MENYAPA SAYA (3)

INILAH RUTINITAS DI WISMA ATLET

Sebenarnya saya benci keadaan ini: mengisolasi diri di kamar sendirian, lalu melihat dunia bergerak. Saya adalah pribadi yg bergerak lincah, selesai satu urusan, kerjakan urusan lain. Selesai satu pekerjaan, lakukan pekerjaan baru. Tapi demi kebaikan saya sendiri dan demi kebaikan bersama, saya harus ikhlas menjalani masa karantina ini.

Kamis (3/9) adalah hari ketiga saya di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Kondisi fisik saya hari ini: badan sedikit lemas, masih batuk kecil, berdahak, sedikit pilek, tenggorokan gatal, napas normal, sariawan belum sembuh total. Secara umum sejauh ini tidak ada yg mengkhawatirkan.

Apa saja aktivitas di Wisma Atlet bagi kami pengidap covid-19 kategori ringan? Secara umum, pasien yg menentukan sendiri apa yg harus dilakukan selama 24 jam di Wisma Atlet. Petugas Medis hanya mengatur jadwal bersama untuk beberapa kegiatan.

06.00 sd 08.00: Sarapan dan Minum Obat Pagi

Nasi kotak untuk sarapan pagi sdh tersedia di setiap lantai pada jam 06.00. Pada kotaknya tertulis: Makan Pagi: Sebaiknya dikonsumsi sebelum jam 08.00. Menunya sederhana: nasi, sayur, telur dan ayam. Juga dilengkapi satu buah pisang. Masing-masing Pasien juga diberikan obat yg sdh ditulis nama dan nomor kamar. Tidak ada obat yang sama antara satu pasien dengan pasien yg lain. Obat diberikan sesuai penyakit yang diidap pasien. Itulah mengapa di awal masuk Wisma Atlet dilakukan pemeriksaan lengkap: darah, EKG dan Rontgen.

08.00 sd 10.00: Berjemur & Olahraga Ringan

Seluruh pasien Covid-19 di Wisma Atlet, terutama yg masuk kategori ringan, dianjurkan untuk berjemur dan lakukan olahraga ringan di rooftop masing-masing tower. Selama 2 hari ini saya lihat cukup banyak yg berjemur dan lari-lari ringan di rooftop. Semua tetap mengenakan masker secara benar dan menerapkan protokol kesehatan jaga jarak.

10.00 sd 12.00: Agenda Pribadi 

Pada jam ini, penghuni Wisma Atlet bisa menggunakannya untuk bekerja secara virtual seperti zoom meeting atau membaca buku. Tidak ada televisi di kamar. Bisa nonton yotube atau aktivitas internetan lainnya. Jaringan internet cukup bagus di lantai 30 Tower 7. Ada satu pasien yg komentar begini: Bersyukur kita jadi jadi tuan rumah Asian Games tahun 2018, sehingga sekarang kita merasakan fasilitas kamar dengan internet kencang di Wisma Atlet.

Saya sendiri gunakan waktu ini untuk ikut zoom meeting kantor kalau pas waktunya dan baca buku. Kebetulan lagi merampungkan Era Baru Digital / The New Digital Age karya Eric Schmidt dan Jared Cohen terbitan KPG. Buku ini membahas beberapa pertanyaan terbesar tentang masa depan kita : bagaimana teknologi mengubah cara kita menghadapi persoalan privasi dan keamanan, perang dan intervensi, revolusi dan terorisme.

12.00 sd 14.00: Makan & Minum Obat Siang

Menu makan siang hampir tidak berbeda dengan sarapan pagi: nasi, sayur, lauk daging sapi dan ayam. Buahnya ganti jeruk. Pada kotaknya tertulis: Makan Siang, Sebaiknya Dikonsumsi Paling Lambat 14.00. Obat untuk masing-masing pasien juga disiapkan di ruang Perawat/Poli di setiap lantai.

Pasien yg bosan dengan menu sederhana Wisma Atlet, bisa memesan Go Food atau Grab Food. Abang Gojek/Grab akan mengantarkan hingga lobby di setiap tower.

Dua hari ini saya masih mencoba menikmati menu yg ada, belum tergoda untuk memesan makanan via daring. Bukannya gak punya saldo gopay, tapi ingin merasakan seluruh proses karantina di Wisma Atlet ini secara normal.

14.00 sd 16.00: Tidur Siang

Salah satu kemewahan tinggal di Wisma Atlet adalah istirahat siang. Saya sudah melakukannya dua hari ini. Nikmat banget. Memori saya seakan kembali ke Seminari St Yohanes Berkhmans Mataloko Flores. Iya, saat tinggal di asrama dulu, kami punya jam tidur siang yg sangat berkualitas.

Bangun di sore hari dengan sangat segar. Menurut beberapa penelitian, tidur siang sangat bagus untuk mempercepat penyembuhan dari penyakit, menambah daya tahan tubuh dll.

16.00 sd 17.30: Olahraga Sore/Agenda Pribadi

Usai bangun tidur, kami dianjurkan untuk lakukan olahraga ringan lagi di rooftop tower Wisma Atlet.

Bagi yg tidak ingin berolahraga, bisa menggunakan waktu ini untuk urusan pribadi misalnya cuci baju atau beres-beres kamar.

18.00 sd 20.00: Makan & Minum Obat Malam

Makan malam sdh tersedia dari jam 18.00, sebaiknya dikonsumsi sebelum jam 20.00. Obat untuk masing-masing Pasien pun disediakan sesuai jenis penyakit penyerta. Obat saya sendiri kalau malam ada 5 jenis. Saya belum tanya untuk penyakit apa saja. Tetangga saya Abdul Aziz, obat malamnya hanya 2 jenis. Sementara obat siang saya 2 jenis dan obat pagi saya ada 5 jenis. Saya belum bertanya ke petugas medis, obat-obat itu untuk jenis penyakit apa saja. Besok saya coba tanyakan.

20.00 sd 21.00: Agenda Pribadi

Bisa digunakan untuk berkomunikasi dgn anggota keluarga di rumah secara intens. Atau internetan. Tadi malam di jam ini saya gunakan untuk menonton Cerpen terbaru Raditya Dika: Setahun. Fyi, komedian/penulis Raditya Dika telah menayangkan 5 video Cerita Pendek di kanal youtubenya. 4 judul sebelumnya antara lain: Gendong, Cium, Cuma Teman.

21.00 sd 05.00: Isirahat Malam

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet dianjurkan untuk istirahat malam mulai jam 21.00. Waktu tidur yg cukup dan berkualitas diyakini akan mempercepat penyembuhan dari penyakit ini. Tadi malam saya istirahat di jam 21.30, dan bangun di jam 05.00, pulas sekali.

Hasil Swab Istri Belum Keluar

Hingga malam ini jam 19.00, hasil swab istri, anak saya Cello dan sebagian adik-adik yg tinggal di rumah belum keluar. Ada dua adik yg melalukan swab di tempat berbeda sdh keluar hasilnya. Keduanya negatif. Kata Dokter Tika, dari Puskesmas Gambir bahwa hasil swab akan keluar besok Jumat. Saya berharap hasil swab mereka negatif.

September Penuh Cinta

Banyak cinta dan kasih yg saya dapatkan selama 3 hari terakhir ini. Ratusan doa dan dukungan kesembuhan mengalir ke saya melalui telepon, pesan di Facebook, pesan di Whatsapp, Instagram dan Messenger bahkan SMS.

Cinta dari segala penjuru: Kemarin siang Kakak

Marsellinus Ado Wawo mengirimkan saya obat tablet yang diyakini bisa mempercepat proses penyembuhan. Tablet yg sama juga dikirimkan sahabat saya

Patricia Manik. Saya mengkonsumsinya usai minum obat dari Dokter Wisma Atlet.

Ibu Rika Sartika, mantan Sekretaris Menteri Rudiantara mengirimkan saya cairan penambah imun tubuh yg diminum dua kali sehari pagi dan petang.

Direktur SDA BAKTI Mbak Fadhillah Mattar mengirimkan saya satu kotak besar susu bear brand 20 kaleng, CDR 5 kotak, masker 2 kotak.

Bapak Raphael Aswin Susilo, teman Facebook saya, mengirimkan saya Imboost Force cukup banyak.

Kakak Ignas Iryanto mengirimkan saya madu asli. Satu jerigen memang.

Sahabat saya Nunik Purwanti mengirimkan parcel buah besar berisi jeruk, apel, pear, anggur. Sahabat saya Indra Maulana mengirimkan saya satu kaleng vitamin D.

Ibu Sekjen Rosarita Niken Widiastuti melalui tim Klinik Kominfo mengirimkan saya masker, disfektan, handsanitizer dan obat-obatan.

Karena sangat banyak makanan dan buah serta minuman, sayapun berbagi dengan tetangga saya: adik Abdul Aziz.

Terima kasih banyak atas doa dan perhatian teman-teman semua. Biarkan Tuhan YME membalas seluruh kebaikan Bapak/Ibu, teman-teman semua.

Mengapa saya sampai kena Covid-19? Padahal saya sangat patuh protokol kesehatan. Saya akan tulis di postingan berikut.

Salam dari Wisma Atlet,

Ferdinandus Sete Penghuni 73027

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *