by

Mudahkan Komunikasi Rakyat, Pemerintah Terus Kembangkan Infrastruktur Digital

Siaran Pers No. 167/HM/KOMINFO/08/2019

Sabtu, 31 Agustus 2019

Tentang

Mudahkan Komunikasi Rakyat, Pemerintah Terus Kembangkan Infrastruktur Digital

Pemerintah terus berupaya membangun dan mengembangkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Upaya itu sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilaksanakan dari pinggiran, dari kawasan perbatasan Indonesia. Guna memastikan penduduk di wilayah terdepan memiliki akses komunikasi dan penyiaran, Pemerintah membangun infrastruktur digital dalam bentuk telekomunikasi dan penyiaran.

“Pemerintah Indonesia melakukan langkah nyata mengejar ketertinggalan dalam implementasi penyiaran TV digital yang sebetulnya telah dirintis sejak tahun 2007. Penerapan penyiaran digital di wilayah perbatasan akan memberikan manfaat bagi publik secara luas. Penyiaran digital menjadi wujud nyata nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam temu dengan media di Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (30/08/2019) malam.

Menurut Menteri Rudiantara, telekomunikasi dan penyiaran mempunyai peran yang strategis dalam memperkuat persatuan dan kedaulatan bangsa dan menunjang kegiatan perekonomian. “Selain infrastruktur, sarana komunikasi adalah adalah salah satu dari kebutuhan di kawasan Perbatasan. Dan untuk merealisasikannya, kini Pemerintah terus mengembangkan sarana digital yang dengan hal tersebut bukan hanya akan mempermudah komunikasi namun juga diharap dapat memperkuat sendi-sendi kedaulatan,” jelasnya.

Menteri Kominfo menyatakan Kabupaten Nunukan dipilih sebagai wilayah siaran televisi digital pertama selain Jayapura, Papua. Menurutnya, saat ini Pemerintah terus meningkatkan pelayanan dengan menambah quota jaringan pada titik-titik tertentu diwilayah perbatasan seperti di Nunukan. 

“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan publik sehigga warga di perbatasan dapat merasakan hal yang sama dengan masyarakat lain di perkotaan. Siaran televisi digital dari pinggiran ibarat makan bubur. Dari pinggir dulu biar tidak panas,” paparnya.

Resmikan Siaran Digital

Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menyiapkan siaran digital bagi masyarakat di wilayah perbatasan yang akan diresmikan hari ini, Sabtu (31/08/2019).  “Targetya agar siaran digital di perbatasan sebagai upaya pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia. Siaran digital diterapkan bagi masyarakat digital sebagai upaya mewujudkan target Nawacita,” tandas Menteri Kominfo.

Pemilihan Kabupaten Nunukan sebagai lokasi Program Digitalisasi Perbatasan karena di wilayah yang tersebut belum memiliki fasilitas 4G seperti halnya di wilayah Pulau Jawa. Program ini sebetulnya sudah diinisiasi sejak 2010 silam. Hanya saja implementasinya baru ada di era Jokowi-JK saat ini. Pasalnya, untuk memberikan pelayanan digital kepada masyarakat pengguna televisi, UU Penyiaran harus diubah,” tutur Rudiantara.

Menteri Kominfo menyatakan, di tempat lainnya, Pemerintah akan terus membangun sarana dan prasana telekomunikasi di perbatasan mampu mencapai layanan fasilitas 3G. “Dengan pelayanan digital, tidak ada lagi semut televisi di layar kaca. Frekuensinya pun bisa digunakan secara efektif dengan alat bantu Set Top Box senilai 300an ribu. Dengan digital, frekuensinya terbagilah,” ungkap Menteri Kominfo.

Kabupaten Nunukan menjadi contoh wilayah perbatasan dimana teknologi penyiaran digital yang diudarakan oleh LPP TVRI, Metro TV, dan Trans 7 serta internet cepat dan teknologi 4G telah hadir dan dinikmati oleh masyarakat. Ketersediaan sarana tersebut penting untuk menghindari keterisolasian informasi masyarakat di perbatasan. Sebelum peresmian, TVRI, Metro TV, dan Trans 7 telah menghibahkan perangkat set top box kepada masyarakat Nunukan agar masyarakat dapat menikmati siaran TV dengan konten digital. 

Dalam kunjungan ke Kabupaten Nunukan, Menteri Kominfo Rudiantara meninjau beberapa fasilitas yang berkaitan dengan prasarana telekomunikasi. Sebelumnya, pada Jumat (30/08/2019) siang, didampingi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie, Rudiantara melakukan kunjungan kerja meninjau pemanfaatan akses internet dalam menunjang proses pendidikan di Kecamatan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. Kecamatan itu merupakan salah satu kecamatan terdepan  yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Uji Koneksi Palapa Ring Timur

Dengan selesainya kontruksi seluruh paket Palapa Ring Timur yang dibangun BAKTI Kominfo, jaringan Palapa Ring paket Barat dan paket Tengah yang telah lebih dulu beroperasi pada tahun 2018, kini telah rekoneksi. Menteri Kominfo Rudiantara melakukan video conference dengan Bupati Asmat. Ibukota Kabupaten Asmat, Agats merupakan salah satu kota layanan Palapa Ring Timur yang akan masuk masa komersial pada tanggal 29 Agustus 2019. 

Video conference ini untuk pertama kalinya dilakkuan menggunakan jaringan Palapa Ring Timur yang konstruksinya dibangun oleh Palapa Timur Telematika (Konsorsium PT Moratel dan PT Telkom). Palapa Ring merupakan proyek pembangunan backbone jaringan serat optik nasional yang menghubungkan seluruh 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Non-KPBU.

Pembangunan Palapa Ring digelar di 57 kabupaten/kota yang belum dibangun oleh PT Telkom. PT Telkom telah menjangkau pembangunan backbone serat optik di 457 Kabupaten/Kota melalui skema Non-KPBU. Pembangunan dengan skema KPBU merupakan wujud dari afirmasi pemerintah untuk membangun telekomunikasi di wilayah-wilayah yang secara komersial tidak layak untuk dibangun oleh pihak swasta (not commercially viable). 

Nama Palapa, diambil dari Sumpah Palapa yang dikumandangkan oleh Patih Gajah Mada yang bertekad menyatukan Nusantara. Dengan tekad yang sama, pembangunan telekomunikasi diharapkan dapat menyatukan seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dan Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Total panjang kabel serat optik yang dibangun oleh pemerintah adalah 12.148 Km yang terdiri dari 7.862 km kabel laut dan 4.286 km kabel darat. 

Palapa Ring secara bertahap akan memeratakan kecepatan internet di seluruh Indonesia dengan disparitas harga yang semakin kecil antara Pulau Jawa dan Pulau-pulau di luar Jawa. Infrastruktur telekomunikasi merupakan sine quo non untuk meningkatkan pertumbuhan, termasuk iklim investasi di Indonesia. Backbone Palapa Ring akan dihubungkan dengan jaringan akses untuk melayani antara lain sekolah, pusat-pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit. 

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *