by

Rekaman Wawancara  Penyiar RRI  dan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ferdinandus Setu dengan mengungkapkan alasan kuat Kominfo menayangkan iklan hasil kinerja pemerintahan Presiden Jokowi di sejumlah Bioskop.

Rekaman Wawancara  Penyiar RRI  dan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ferdinandus Setu dengan mengungkapkan alasan kuat Kominfo menayangkan iklan hasil kinerja pemerintahan Presiden Jokowi di sejumlah Bioskop.

(REC20180914171904) 

Penyiar: kita juga nanti akan mengundang pendengar begitu ya pak untuk bisa bergabung share bersama kita tentang capaian kinerja kabinet kerja dan publikasi sebelum aaa sebagai awal mungkin ya pak fer bisa disampaikan ini capaian kerja kabinet kerja sehingga tahun 2018 ini seperti apa ya pak?

Pak Nando : iya mas aziz dan para pendengar rri dapat kami sampaikan bahwa pemerintah ini bekerja bekerjanya pemerintah ini kami sampaikan selalu kepada publik selaku humas pemerintah tadi disampaikan bahwa undang-undang nomer 39 2008 kemudian pilpres 54 2015 dan impres nomer 9 tahun 2015 itu menugaskan kepada kementerian kominfo untuk selalu mengabarkan apa-apa saja yang dikerjakan oleh pemerintah kepada public kepada masyarakat artinya kenapa kami harus menyampaikan kenapa pemerintah harus menyampaikan itu kepada masyarakat supaya masyarakatnya tahu bahwa pemerintah sedang melayani mereka pemerintah tidak tinggal diam dan ketika pemerintah bekerja diharapkan masyarakat juga bekerja kalo pemerintah bekerja masayarakat bekerja kita harapkan kombinasi yang luar biasa untuk apa? untuk Indonesia yang lebih baik

Penyiar: tujuan utama dari penyampaian itu oleh pemerintah kepada publik apa sebenarnya kepada publik itu gimana

Pak Nando: tujuan utamanya untuk menunjukkan bahwa Negara ini sedang membangun

Penyiar: oh iya

Pak Nando: Negara membangun pemerintah bekerja dengan seluruh sektor yang ada kementrian PU pera membangun bendungan membangun bandara membangun jalan raya memangun tol, itu semuanya apa? Untuk tunjukkin kepada rakyat kepada masyarakat Indonesia dan kepada dunia bahwa Indonesia ini sedang bergerak sedang membangun, membangun yang dahulunya mungkin dikatakan jawa sentris sesaat ini di pemerintahan jokowi JK adalah Indonesia sentris semuanya ikut membangun dari sabang sampai merauke yang dulu mungkin fokus Indonesia barat sekarang bahkan Indonesia Timur ikut dijangkau

Penyiar: hasilnya memotivasi masayarakat kita begitu

Pak Nando: betul sekali point utama adalah kita  motivasi masyarakat maka masyarakat jangan pesimis kita optimis, kita sama-sama bekerja membangun Indonesia

Penyiar: seberapa wajib pemerintah menginformasikan hal tersebut

Pak Nando: seberapa wajib sangat wajib karena di amanatkan oleh undang-undang sendiri dari  undang-undang kementrian negara peraturan presiden tentang kementrian kominfo dan impress tentang tata kelola komunikasi publik itu wajib sekali kami untuk sampaikan jika kami tidak menyampaikan kepada publik kami justru melanggar undang-undang

Penyiar: termasuk yang tidak berhasil begitu pak fer atau gimana?

Pak Nando: betul,ketika ada kendala-kendala pembangunan kendala-kendala dalam proses kami membangun ada misalnya untuk dulu ketika ASEAN Games sedang dirancang dipersiapkan  kan masyarakat kemudian pesimis jangan-jangan ASEAN Games nih bisa gagal proses, jadi proses dalam merancangkan penyelenggaraan ASEAN Games itu kami sampaikan kepada publik seluruhnya banyak, kami misalnya punyai Forum Merdeka Barat Sembilan, di Forum Merdeka Barat Sembilan kami mengundang para pimpinan lembaga baik mentri setidak-tidaknya deliver dirjen atau deputi untuk menyampaikan langsung kepada Masyarakat yang sedang berjalan, proses penyelengara persiapan ASEAN Games itu kami sampaikan sedetil-detilnya kepada public jadi seakan-akan ASEAN Games itu bener-bener diikuti oleh masyarakat persiapannya dari awal, sampai kita tau ASEAN Games luar biasa

Penyiar: Cukup Sukses

Pak Nando: sangat sukses

Penyiar: begitu dilihat masyarakat dunia juga

Pak Nando: Betul sekali, kalo dibilang cukup kayanya kurang pas lebih tepatnya sangat Sukses begitu, kita mencapai nomer urutan berap kemarin?

Penyiar: nomer empat

Pak Nando: Nomer empat, luar biasa kan dalam sejarah pencapaian kita

Penyiar: Betul,

Pak Nando: Artinya,

Penyiar: dari 17 naik ke nomer 4

Pak Nando: Betul sekali mas Aziz

Penyiar: Pak fer, tapi ehm yang kita ingin tau juga begitu sampai tahun 2018 ini capaian yang sudah dihasilkan begitu oleh kabinet kerja ini, seperti apa ? Dan yang belum berhasil artinya yang masih terus tetap digiatkan, digalakkan, dikerjakan oleh pemerintah kabinet kerja ini, apa saja? Secara singkat saja mungkin bisa disampaikan pak fer

Pak Nando: Soalnya kalo panjang sangat panjang

Penyiar: sangat panjang begitu ya mungkin dari garis besarnya

Pak Nando: iya karena sangking bekerjanya tanpa henti dalam empat tahun pemerintahan ini, pemerintah kabinet kerja ini dari Oktober 2014 sampai di September 2018 menjelang beberapa bulan lagi menuju empat tahu itu luar biasa kalo kita ingin menyampaikan dengan jujur dengan kacamata yang tidak politis artinya ehm pengguna jalan tol itu sudah sangat panjang angka persisnya kita bisa lihat di google kemudian bandara sangat banyak lebih hamper seluruh bandara-bandara Provinsi benar-benar kritis bayangkan di flores misalnya, ada bandara di labuan bajo yang dulunya sangat biasa sekarang dipoles dan kemudian dijadikan bandara internasional yang diperhitungkan setelah bali, orang kemudian sekarang ehm melanjutkan perjalanan menuju komodo di laboan bajo itu kemudian bendungan, bendungan ini yang luar biasa, bendungan dibangun oleh kementrian PU pera dan diharapkan menampung air hujan dan kemudian mengailiri pertanian kita mengairi melalui sawah dan berharap apa, pangan kita tercukupi

Penyiar: Khusus bendungan sendiri? dari beberapa ada berapa puluh seperti itu yang ditargetkan oleh pemerintah Jokowi untuk kabinet kerja ini berapa yang sudah dihasilkan begitu pak fer?

Pak Nando: iyak, datanya jelas ada di kementrian PU Pera detilnya itu tersedia di website Kementrian kemenpuper yaitu dot (.) go dot (.) id

Penyiar: artinya masyarakat harus cukup lowong untuk melihatnya

Pak Nando: Secara umum data-data detil itu selalu tersedia di website resmi dari Kemetrian kemenpuper yang kami mau sampaikan selaku humas pemerintah atau Goverement Publiser Relation dari kementrian ini yaitu kemetrian Kominfo kami selalu menyampaikan inti sarinya gagasannya besarnya big picturenya kepada masayarakat kepada public ketika pemerintahan ini bersama-sama membangun kemudian dunia melihat dunia melihat pemerintah bekerja masayarakat optimis apa yang terjadi? Instansi kita akan tumbuh banyak investore yang masuk

Penyiar: Betul

Pak Nando: kita lihat straup digital kita sekarang sudah punya berapa unikon gojek, buka lapak, traveloka itu membuktikan betapa dunia luar itu sangat tertarik dengan Indonesia dan kemudia mereka berinvestasi di negri ini

Penyiar: secara otomatis ekonomi kita menggeliat ya

Pak Nando: Jelas, betul sekarang sudah lima koma sekian persen ekonomi kita

Penyiar: oke, oke baik pak fer satu hal lagi sebelum nanti kita buka layanan telfon untuk pendengar yang ingin ikutan bergabung seperti itu nah, yang terjadi permasalahan ketika pemerintah kita berubah untuk berusaha mengekspose kesuksesan yang dilakukan oleh pemerintah yaitu tapi ternyata ini dianggap negative begitu oleh sebagian masyarakat tidak semua sebagian kecil begitu nah ini apa tanggapan pemerintah terkait hal ini pak fer?

Pak Nando: iya, terus terang ya kita menghargai dinamika  pendapat masayarakat pro dan kontra itu dalam sebuah negara demokrasi yang terdiri dari 262 juta 262 juta kepala bayangkan

Penyiar: gamungkin satu pemikiran

Pak Nando: gamungkin satu pemikiran itu otomatis, jadi ketika ada pandangan-pandangan yang sedikit miring sedikit ee apa melihat ko pemerintah berlebihan memasang iklan dibioskop dan seterusnya kami menyadari itu wajar sebagai anak bangsa, kami melihat itu dalam potret sebagai bangsa yang besar itu satu dua suara yang kemudian mengaggap itu negative itu sangat biasa dalam perspektif kita sebagai Negara yang demokratis

Penyiar: oke tahan dulu kalo begitu, kita coba tamping sekarang suara anda apabila ada yg ingin memberikan tanggapan atau memberikan komentar silahkan mau mengkritik juga boleh tapi sifatnya membangun ya kami undang anda di 021384545 atu 386712 sms, whatsup pendengar bisa anda kirimkan ke 081399399888 untuk sebagian pendengar yang mungkin baru saja bergabung mendengar pro 3 saat ini sedang saja berlangsung diskusi yang mengupas tentang  capaian kinerja kerja kabinet kerja dan publikasinya dimana acara ini dipersembahkan oleh direktorat komunikasi publik direktorat jendral informasi dan komunikasi publik Kementrian komunikasi dan informatika Republik Indonesia. Penelpon pertama dari Riau

Penelfon: menginformasi kepada rakyat?

Penyiar:oke satu, kemudian?

penelfon: ya yang kedua bukan kah bioskop itu adalah skte privat bisni sektor

Penyiar: ehem

Penelfon: secara otomatis anggaran akan dikeluarkan nah, anggaran untuk iklan kalo saya batak katakana kominfo mengatakan iklan, iklan dan kampanye itu instansinya sama itu yang kedua ya. Yang ketiga timbul pertanyaan di otak saya kemana selama ini Kominfo tahun pertama, tahun kedua tahun ketiga

Penyiar: nah ini tadi sudah balik lagi kepertanyaan yang pertama pak, berarti dua point ya. Kita akan tanggapi ya

Penelfon: jadi artinya begini mas ya, yang mau saya katakana artinya capaian yang tadi persoalan capaian ya ataupun siapa tau ada yang kurang yang sudah okeh, yang belum ini yang belum ini sudah sampai dimana kan gitu. Ada ada ada pekerjaan ini kepemerintahan sekarang ada lanjutan nah jujur saja pemerintah yang dikerjakan ini ini kerjaan yang murni, murni kerjaan periode ini atau kelanjutan?

Penyiar: oke

penelfon: tadi ada bandara, dibilang segalanya dan jalan seberapa panjang, nah data yang dari masyarakat itu kebanyakan seperti itu

Penyiar: baik, oke pak Nurul kita sudah tangkap. Esensinya ada tiga point besar yang ditanyakan nanti kita akan tanggapi bersama kita akan berbagi dengan penelfon berikutnya dari Jambi ini boleh kita turunkan ibu Kartini, selamat sore

Ibu Kartini: Assalamualaikum

Penyiar: walaikumsalam, silahkan ibu

Ibu Kartini: kalo menurut saya kalo zaman dulu itu namanya mentri penerangan memang pencapaian-pencapaian pemerintah yang sudah nyata itu kan dikasih tau ke masyarakat

Penyiar: ehem, betul

Ibu Kartini: Nah jadi dulu mentri penerangan, menerangkan ini pencapaian pemerintah jadi ini kan jadi tau mana yang belum tau, masalah naro misalnya iklannya dibioskop atau dimana itutuh kan kalo menurut saya, saya ndak tahu juga undang-undangnya kan supaya orang yang menonton tuh tau ini pencapaian pemerintah. Nah mungkin ditaro mungkin diluaran lebih umum lagi masyarakatnya nengok kan itu lebih bagus. Kalo saya tuh jujur saja itu sebagai warga Negara, orang yang seperti di media sosial tuh janganlah kaya gitu nian biarlah pemerintahan berjalan dulu, kalo mau ganti presiden segala macemkan tunggulah nanti 2019 ya tak, jadi mari kita dukung pemerintah dulu nah jadi untuk mentri, ayok ya masyarakat apa pencapaian-pencapaian kalo menurut saya sudah bagus loh nah cumankan pro dan kontra selalu ada, assalamualaikum.

Penyiar: walaikumsalam, bu kartini di Jambi. Dua penelfon dulu kita tanggapi pak fer, baru nanti kita terima dari penelfon berikutnya. Dari pak Nurul tadi boleh ditanggapi

(Rec20180914173037)

Pak Nando : Dari pak Nurul tadi, ujuk-ujuk ko menjelang-menjelang pencapresan dianggap ya, ga ujuk-ujuk loh artinya aaa kementrian kominfo sedari awal bahkan bukan hanya di pemerintahan jokowi jk saja artinya komitmen untuk kemudian menyampaikan selalu kepada publik itu sudah dari awal sebelumnya dulu pun namanya aaa dirjen eh sorry ada badan informasi publik itu dijaman pemerintahan sby itu juga sama punya aaa tugas atau amant yg diberikan oleh undang-undang

Penyiar : pada pak sby, yang dilakukan dibioskop juga atau gimana pak fer?

Pak Nando : saya tidak tau persis apakah dibioskop yang jelas, bahwa saya jelaskan mengapa dibioskopnya ya, jadi artinya bukan ujuk-ujuk aaa kami selalu menyiapkan program kami tuh satu tahun sebelumnya

Penyiar: memang sejak awal ini memang sudah continue begitu, kalau melalui di media televisi masyarakat banyak yg tau tapi kalo bioskop nah, ini gimana?

Pak Nando: itulah seninya sekarang, jadi sekarang tuh zaman yang sangat perlu kreatifitas, inovasi era digital tuh era dimana kita harus berfikir jauh lebih matang jauh lebih kedepan, kenapa kami memilih bioskop, saat ini temen-temen para pendengar RRI aaa data menunjukkan penonton bioskop kita tumbuh sangat bagus seiring dengan makin meningkatnya kualitas perfileman indonesia, kenapa kami menduga kenapa penayangan iklan bendungan ini kemudian

Penyiar: dilakukan

Pak Nando: aaa di apa maksutnya mendapat tanggapan yang banyak dari masyarakat, itu kenapa karena filem wiro sableng yg sekarang lagi tayang dan kemudian itu penontonnya sudah melebihi satu juta lima ratus orang aaa kurang lebih satu minggu ini bayangkan kami menggunakan moment itu moment ketika orang menonton wiro sableng 15 menit sebelumnya itu kan moment yang diberikan oleh pengelola bioskop untuk kepada umum silahkan memasang iklan disini silahkan jadi bukan hanya kementrian kominfo yang memasang iklan di 15 menit awal sebelum sebuah filem ditayangkan

Penyiar: yang lain juga ada

Pak Nando: banyak bahkan prodak, bahkan ya iklan macam-macam artinya kami tidak merampas hak yang tadi seperti kata pak nurul huda itu merampas seperti seharusnya itu sangat privat orang bayar tiket lalu masuk ke stasiun nonton filem ya nonton filmnya tetap, hanya proses yang disediakan oleh pengolah bioskop sebelum filem dimulai itu memang sekitar 15 menit diberikan ruang baik

Penyiar: baik iklan

Pak Nando: trailer filem, filem-filem lanjutan bahkan atau prodak-prodak yg kemudian itu dijual kepada umum nah kami mengambil iklannya itu sangat efektif dan efisien bayangkan itu terukur jadi bayangkan penonton disebuah bioskop distudio tertentu dua ratus orang ketauan dong seorang yang nonton karena udah pasti para penonton bioskop itu setidaknya tepat waktu dalam dibioskop

Penyiar: iya, tahan dulu sampe disitu pak ferdi nanti kita akan ulas lagi ada beberapa hal point pertanyaan yang masih di skip nih

(REC20180914173347)

 Penyiar: Terima kasih waktunya bersama kami dipro tiga ini, kita juga bersama bapak ferdi dari kominfo seperti itu. Pak rahmat kami ingin mengetahui juga ini tentang apa penayangan iklan begitu, yang dilakukan dibioskop. Lah ini sebenernya kalo pengamatan dari Banwaslu apakah katagori kampanye atau tidak?

Pak Rahmat: yang pertama kampanye kan ada beberapa unsur, menyampaikan kenapa pada pemilu menyampaikan visi misi, program kerja kemudian kita disampaikan nah saat ini belum ada calon pasangan presiden, karna masih bakalan calon. Nanti tanggal 20 september baru ada ada calon presiden. Nah kemudian dengan demikian maka ini tidak bisa dikatagorikan sebagai kampanye, begitu.

Penyiar: Oke berarti ini bukan kampanye, berarti dianggap sah – sah saja untuk ini dilakukan oleh kominfo? Begitu Pak Rahmat iya?

Pak Rahmat: Betul, sampai tanggal 20 september nanti masih tidak masalah

Penyiar: Oke kalo,

Pak Rahmat: juga pemerintah pada saat ini pak Jokowi masih mentanda tanggan belum calon presiden, beliau presiden Republik Indonesia yang masih satu status Presiden Indonesia, nanti kalau tanggal 20 September ada yang berpindah beliau presiden dan juga calon presiden.

Penyiar: okeh

Pak Rahmat: dan ada batasan-batasan nanti tapi itu nanti setelah tanggal 20-23 September, setelah masa kampanye dimulai

Penyiar: okeh, artinya iklan ini tidak boleh tayang lagi setelah 20-23 begitu pak Rahmat?

Pak Rahmat: Iya nanti kita teliti lagi juga apa akan mengintegralisir beberapa kegiatan yang apakah betul atau tidak karena kan sekarang ini program kerja ini, ini hal yang wajar ya seharusnya mungkin sudah diberikan juga. Hal yang wajar seharusnya sudah diberikan juga kepada masyarakat bahwa rekontruksi pemerintahan seperti ini kinerja pemerintah itu hal yang wajar oleh Kominfo sebagai lembaga pemerintah kementrian lembaga untuk menghubungi demikian jadi secara menurut aturan pemilu tidak bermasalah

Penyiar: tidak bermasalah, baik. Pak Rahmat saya mohon maaf sebelumnya Pak Rahmat juga sudah melihat begitu iklan yang dimaksut pro kontrakan oleh masyarakat kita yang tayang dibioskop

Pak Rahmat: sudah melihat sekilas

Penyiar: sudah lihat sekilas begitu ya

Pak Rahmat: iya baik, tapi pertanyaannya kan apakah ada masa kampanye dimasa presiden kami ini ya apa

Penyiar: menyatakan, ini tidak bermasalah karena belum masuk masa kampanye, begitu ya, oke tapi dengan persepsi publik yang muncul bahwa ini mengatakan pemerintah sedang jual program, nah ini bagaimana pak Rahmat?

Pak Rahmat: pemerintah sedang?

Penyiar: Menjual program begitu, artinya ada unsur kampanyenya disitu yang di identifikasikan oleh masyarakat oleh publik

Pak Rahmat: iya nanti bisa kemudian dimasukkan tanggal 23 yang berbeda, oleh pengaturan sekte misalnya kita bandingkan dengan pagar ganti presiden misalnya nanti setelah tanggal 20 itu agak berbeda tidak bisa kemudian kita lepas gitu Banwaslu akhirnya bisa bertindak karena sampai sekarang belum ada begitu

Penyiar: okeh, nah kalo ini artinya setelah tanggal 20 23 sudah

Pak Rahmat: September

Penyiar: iya september berarti nanti sudah tidak boleh lagi, tapi kalo ini tetap terus dilakukan memang masih dibenarkan kalo dibenarkan pun persyaratannya seperti apa begitu pak Rahmat?

Pak Rahmat: Menurut saya ini kan area privat dan juga pemerintah ataupun pemilik tidak keberatan dan juga fordansi iklan pemerintah kan memang ada form iklan misalnya dulu kan saya pernah lihat juga mau gamau kan ada iklan anti pembajakan dirjen HKI misalnya itukan pernah ditampilkan ditelevisi atau tentang BNA tentang Narkotika itu hal yang wajar menurut, pemerintah itu jadi ada keuntungannya dari ini kita anggap sebagai keuntungan calon presiden pertahanan karena dia bisa mengungkapkan keberhasilannya dan ini hal yang wajar kecuali nanti ketika masuk kedalam gambarnya udah berubah

Penyiar: okeh berarti ketika pemerintah melakukan langkah-langkah ini kan tujuannya adalah pemerintah ingin memperlihatkan kinerjanya seperti itu, capaian-capaiannya begitu ya dan ini dianggap sah oleh Banwaslu, ya?

Pak Rahmat: iya

Penyiar: Oke, baik. Terimakasih untuk waqktunya sudah berbincang dengan kami selamat sore pak Rahmat.

Pak Rahmat: Sore mas

Penyiar: ya demikian tadi kami sudah bersama dengan komisioner Banwaslu Republik Indonesia Rahmat Bagja, boleh dikomentari singkat saja nih pak fer?

Pak Nando: iya mengomentari pak rahmat tadi ya?

Penyiar: iya, komentar-komentar beliau tanggapan beliau

Pak Nando: ya kami berterimakasih karna Banwaslu melihat bahwa ini mereka fare bahwa ini bukan bentuk kampanye karena memang belum masuk masa-masa kampanye dan kemudian pemerintah punya kewenangan untuk menyampaikan program-program yang memang dilakukan oleh pemerintah saat ini

Penyiar: Ini memang dibiayai oleh kominfo atau bagaimana pembiayaannya?

Pak Nando: betul sekali, jadi namanya pemerintahan itu selalu bekerja berdasarkan anggaran yang disediakan artinya kalo sebuah istilah no depa no action bekerja berdasarkan depa yang ada telah direncanakan ditetapkan satu tahun sebelumnya untuk program 2018 itu telah dibahas diawal tahun 2017 bahkan sampai dipertengahan tahun 2017

Penyiar: Setelah penetapan 20 sampai 23 september nanti akan di tarik iklan tersebut atau diteruskan?

Pak Nando: kalo pengertian ditarik jelas bukan pengertian seperti itu untuk iklan bendungan itu dalam program kami, hitungan kami 8 sampai dengan tanggal 20 September, kebetulan dalam hitungan dalam seluruh kalkulasi program kegiatan kami untuk penayangan iklan dibioskop ini sudah yang terakhir yang bendungan ini di 20 september nanti yang kami mulai di sekitar April yang kita mulai dengan toll laut kemudian kartu jakarta pintar, kartu jakarta sejahtera jadi ada beberapa paket penayangan dibioskop yang telah kami lakukan sebelum ini dan dan berakhir di ini 20 september ini.

Penyiar: Sudah banyak kaitan ternyata dibeberapa publish begitu tetapi ternyata ada beberapa yang nyiyir sekarang ini justru muncul ketika iklannya bendugan begitu ya, oke, tapi ini ada kaitannya yang ditanyakan kang nurul di Riau tadi bagaimana bentuk pertanggung jawabannya dan ini murni dari hasil kinerja kabinet kerja atau kelanjutan dari yang sudah-sudah dari pemimpin yang sebelumnya?

Pak Nando: ya perlu kita sampaikan pemerintah ini terus sebuah kesinabungan artinya kami tidak serta merta bahwa inilah hanya program yang dilakukan pemerintah saat ini saja yang jelas bahwa seluruh proses pembangunan ini merupakan proses  yang berkelanjutan dari pemerintah SBY menuju Pak Jokowi pak SBY dulu lanjutan dari ibu Mega Wati, begitu pula Bu Mega lanjutan dari Pak Gusdur dan sebelum Pak Gusdur adalah Pak Habibi dan sebelumnya artinya pemerintah Indoneisa ini jangan dilihat spesifik hanya lima tahun lima tahun engga tapi lanjutan pembangunan yang berdampak bagi rakyat jadi ketika Jokowi saat ini menyampaikan apa yang dihasilkan dilakukan itu artinya termasuk ikutan ya lanjutan dari pemerintahan pak SBY, Bandara yang disiapkannya dirancangkannya disiapkan dari zaman Pak SBY mungkin prosesnya bener-bener baru baik di eranya pak Jokowi kemudian dalam pemerintahan Jokowi launching atau diresmikan itu biasa kadang wajar-wajar saja

Penyiar: tadi ada pendengar yang bertanya juga Bu Kartini dari Jambi bahwasanya ini juga memang sudah tugasnya Menkominfo dulu ada namanya mentri penerangan seperti itu, memang tugasnya untuk Publish kepada masyarakt tentang pesan yang dilakukan pemerintah ada hal-hal yang masih belum selesai ini akan tetap terus dilanjutkan, seperti itu. Jadi kita patut bersyukur ada masyarakat yang memahami ini lalu bagaimana dengan pendengar kita berikutnya ini dari Palang Karaya dan Manado. Kita terima dulu, Pak Sutomo dari Palang Karaya selamat sore,

Pak Sutomon: Selamat petang bung Aziz,

Penyiar: silahkan pak

Pak Sutomo: saya memberikan masukan kepada bung Aziz agar pertanyaanya terhadap bapak narasumber ini tidak menjebak, karna saya kerap yang dengar bung Aziz yang pertama, yang kedua kalau pemerintah Jokowi ini berhasil tidak perlu dikampanyekan karna kalo Jokowi dalam pemerintahan empat tahun ini berhasil saya yakin tidak ada teriakan ganti presiden, Assalamualaikum.

Penyiar: walaikumsalam, pak Sutomo dari Palang karaya. Kita lanjut ke Manado, Pak Ari selamat Sore?

Pak Ari: selamat Sore, mas Aziz

Penyiar: silahkan Pak Ari

Pak Nando: malam

Pak Ari: Selamat malam bapak dari Kominfo, saya mau tanya nih jalan dibesari jalan yang dibangun, apakah jalan tol itu apakah bermanfaat bagi kami? Sebab jalan  Trans Sulawesi ini sudah lima tahun rusak parah pak, ini kan tanggung jawab presiden tapi ko kenapa tidak dibangun-bangun, berlubang-lubang dan sudah banyak kecelakaan jalan Trans tanggung jawab negara kemudian bendungan tangkub gapernah dibangun dari zaman Jokowi mangkat

Penyiar: ini yang dimana nih Pak Ari? Pelabuhan yang dimaksut dimana pak Ari?

Pak Ari: bendungan tangkup di gelanggang Utara

Penyiar: oh, oke oke

Pak Ari: bicara tentang bendungan kan tadi dibilang mangkat pak, lalu ketiga tentang ASEAN Games yang sukses itu cabang pencak silat pak kalo cabang pencak silat tidak menyumbangkan 14 orang kita tidak mungkin masuk empat besar pak.

Penyiar: oke, baik itu sudah

Pak Ari: dan yang terakhir, saya mohon BPK mengaudit dana kampanye ini dianjurkan iklan ini mohon di audit jangan ada pencitraannya diantara kita dan jangan ada dusta diantara kita itu saja pak terimakasih.

Penyiar: Terimakasih pak Ari, Selamat Malam, iya ini boleh ditanggapi tapi pertanyaan kami sepertinya menjebak, hehehe boleh-boleh silahkan pak Ferdi dikomentari

Pak Nando: iya mas Aziz pertanyaannya tidak menjebak itu seorang penanya dong wartawan, oke ya tadi kami menjawab dulu ibu Kartini, Terimakasih atas apresiasinya bahwa ketika dulu ada departemen penerangan yang sampai ke desa-desa dan mungkin sekarang tidak perlu lagi ke desa-desa tetapi kita menggunakan teknologi, teknologi ini bisa saja lewat teknologi informasi dengan televise dengan internet lewat akun-akun media social resminya kita misalnya kita punya di twittwer kita punya @kemenkominfo di Ig kita punya @kemenkominfo dan seterusnya. Nah, termasuk dengan penayangan dibioskop artinyaini model-model penerangan gaya baru iya itu untuk menjawab  ibu Kartini.

Penyiar: nah ini tadi balik lagi kalo presiden bilang sekarang presiden milenial disebut-sebut oleh anak-anak begitu ya, jadi mengikuti era, mengikutii zaman

Pak Nando: Betul

Penyiar: ini merupakan salah satu wadah yang beliau lirik juga begitu ya mas Ferdi?

Pak Nando: betul sekali mas Aziz, jadi ya kita hidup di era digital di era milenial yang semuanya kita tidak bisa menggunakan di pola-pola konten yang Pak Suto tadi dari Palang Karaya Terimakasih atas masukan dan selalu mengapresiasi dengan apa yang kami lakukan kementrian Kominfo lalu pak Ari kamipaham bahwa segala sesuatu dari masyarakat yang kemudian kontra terhadap apa yang dilakukan oleh kementrian ini bahwa masih ada bendungan yang masih mangkrak, jelas ya kita menyadari bhawa masih ada kegiatan atau program yang masih hal-hal yang belum selesai, belum tuntas itu wajar, karna kita tahu bahwa Indonesia ini sangat luas dari sabang sampai merauke,sampe pulau rote itu luar biasa besarnya artinya pembangunan itu jauh kita siapkan kita atur kita rencanakan untuk kemudian mencapai hasil yang kita inginkan bersama, tidak disatu titik tertentu tetapi kita lihat Indonesia secara umum bahwa ada mungkin yang masih mangkrak ditempat daerah di Sulawesi tapi, Sukses ditempat lain jadi, tetap kita akan memperhitungkan juga segala aspek dari pembangunan

Penyiar: maka dari itu pemerintah kita harus tetap giat bekerja, untuk menyelsaikan tugas-tugasnya untuk beberapa yang masih terkendala atau masih belum terselesaikan begitu, baik pak Fer ada lagi yang mau ditambahkan?

Pak Nando: tadi soal BPK perlu mengaudit memang wajar seluruh asset seluruh penyelenggaraan dana anggaran pemerintah itu pasti di auditor BPK tanpa ada perintah dari pak Arif sekalipun

Penyiar: Oke, baik. pak Ari terimakasih sudah bergabung. tapi kita mau lihat juga ini beberapa pengirim sms whatsapp Pak Ferdi kita mau intip apa komentar dari sms whatsapp tersebut

(Rec 20180914174643)

Penyiar: iya,  selamat sore

Penyiar wanita: beberapa pesan tadi kan udah masuk nih di 081399399888 ada pak zulkifli dipontianak, saya zulkifli dipontianak kenapa mengiklankannya hanya di bioskop yg dilihat sesaat waktu penonton saja dan dilihat oleh orang-orang yang tertentu saja kenapa tidak diiklankan saja yg dijalan yang bisa dilihat oleh orang banyak dan pastinya juga setiap saat dilihatnya. Lalu ada pak Rafli dari Tanjung pinang kalo mau menjelaskan capaian pemerintah tolong jelaskan mana yang lanjutan mana yang murni apakah memang bikin bandara itu bisa dari perencanaan sampai jadi bisa dalam 3 tahun? Lalu ada ibu yanti katanya gini sist, jadi pengen ke bioskop penasaran dengan iklannya

Penyiar: hehehe tadi saya udah lihat ana seru memang keren ya

Penyiar Wanita: ohehehe iya sist itu sih yg mewakili pendengar dari pendengar kita dari pesan yg singkat yang sudah masuk

Penyiar: beberapa ya, tidak bisa kita bacakan keseluruhan

Penyiar Wanita: iya

Penyiar: karena waktunya singkat sekali, baik jadi boleh ditanggapi sekaligus saya juga ingin ketahui untuk iklan yg dilakukan oleh kominfo ini selain di bioskop kemana lagi ini pak fer?

Pak Nando: baik mas aziz, selain bioskop kita juga tayang dibeberapa tv, ada beberapa tv swasta yg memang masuk agenda kita kalo tidak salah dimetro tv, kompas tv dan beberapa tv yang lain jadi termasuk dengan apa kerjasama liputan dengan media cetak termasuk bersama dengan beberapa radio termasuk radio RRI artinya program  untuk menyampaikan kabar baik atau apa-apa yang dilakukan pemerintah kepada publik itu bukan hanya dibioskop kami bahkan kadang-kadang beriklan lewat apa facebook kami punya yang namanya indonesia baik artinya ketika ada yg dikerjakan besar negar itu kita kampanyekan kita apa komunikasikan kepada publik lewat iklan-iklan difacebook iklan di twitter jadi yang kadang-kadang anggarannya murah meriah tapi dampaknya besar

Penyiar: oke seberapa efektif ini pak ferdi?

Pak Nando: kami melihat efektif, karena terukur jelas, jelas hitungannya ketika misalnya dibioskop tadi hitungannya satu bioskop dua ratus lalu berapa kali sudah jelas ketahuan, bayangkan tadi seperti yang sudah saya sampaikan penonton bioskop indonesia di januari sampai Agustus 36 juta dengan kami me apa menayangkan iklan bendungan ini dibioskop bayangkan sekitar 36 juta sudah pasti

Penyiar: pro kontra ini juga kan bentuk efektifitas tersebut ya jadinya ada respon ada reaksi begitu dari masyarakat kita taunya juga ow wah ada yang nonton ehehehe ada yang protes begitu ehehe tapi memang dilakukan evaluasi riset seperti itu untuk mengetahui oh iya ini efektifitasnya untuk kita pasang iklan tersebut di tv atau di radio atau juga dibioskop

Pak Nando: jelas dong artinya pemerintah sekarang pemerintah yang bekerja bekerja tuh bukan kita hanya artinya memasang di apa di sembarang linih disembarang tepat tetapi melalu riset yang tepat, riset yang tepat artinya akan melihat efesiensi dengan anggaran sekian akan mencapai berapa orang yg menonton berapa orang yang menyimak bahkan ini ketika menjadi viral seperti ini bayangkan ada ibu yanti tadi yang bahkan pingin ke bioskop

Penyiar: hahaha betul-betul luar biasa mempengaruhi gitu ya pak,

Pak Nando: mempengaruhi betul

Penyiar: baik ini ada dari pak Berlianto dari Solo. selamat sore pak Berlianto

Pak Berlianto: Terimakasih, Selamat sore

Penyiar: singkat saja boleh ya pak karna waktunya singkat sekali

Pak Berlianto: iya, ya pak. Ini kalo saya rakyat tidak sekolah ini anu menamain tahun ini tahun politik pak ya tahun politik dan tahun ini loh ya pak

Penyiar : oh iya suka dikaitkaitkan begitu ya pak

Pak Berlianto: iya pak tahun ini pemerinta bekerja salah yang polisi ditindak juga salah jadi ini perlu diberi judul tahun ini loh pak

Penyiar: Baik-baik itu saja pak ber, Terimakasih ya pak Berlianto. Nah ini respon dari masyarakat kita begitu ya. Nah ini ada tidak aturan yang menangani lokasi tayangan iklan layanan masyarakat ini sebenarnya pak fer?

Pak Nando: aturan jelas bahwa bioskop berhak dalam arti mengalokasikan waktu dibioskop sebelum filem itu dimulai untuk kepentingan komersilnya artinya dari peraturan yang kemudian apa kami tidak ada unsur melanggar sedikitpun yang dilakukan kementrian kominfo dari aspek tadi bioskop memang itu menjual kepada publik termasuk kami kemudian mengakses itu untuk kemudian kami sampaikan kepada publik program bendungan tadi dan program-program lainnya jadi tidak ada yg dilanggar dengan kominfo atau pemerintah menayangkan iklan bendungan tadi kepada publik

Penyiar: sudah dinyatakan juga tadi dari pihak Banwaslu juga bahwasannya itu masih sah-sah saja ya dilakukan begitu, nah ini tentang pak nyiyir singkat saja tadi yang dikomentar oleh Pak Berliantor bagaimana kita menyikapinya supaya kita tetep adem anyem karena kita kan bersaudara begitu pak fer?

Pak Nando: iya boleh tahun politik boleh mungkin sebagian tadi pak berlianto bilang tahun nyiyir tapi kita pastikan ini tahun yang bahagialah artinya tahun 2019 nanti dengan penuh kedamaian penuh kesejukan mungkin pilihan kita boleh berbeda pilihan politik kita tidak sama satu sama lain dan itu wajar dalam dunia negara demokratis seperti Indonesia ini, tapi hati tetap dingin tetap santai tetap menjaga silaturahmi dan pastikan kita tetap indonesia Bhineka Tunggal ika

Penyiar: iya, baik. Berbeda tetapi tetap satu jua.

Pak Nando: Betul

Penyiar: Baik, pak fer terimakasih waktunya sudah memberikan klarifikasi penjelasan-penjelasannya sebagai semoga ini bisa menyejukkan yang pro maupun yang kontra tentang adanya tayangan iklan bendungan begitu yang ada di bioskop begitu ya. Jadi untuk masyarakat yang penasaran dengan iklan yang dimaksut ayo nonton silahkan menuju ke bioskop terdekat yang ada di daerah anda. Dan kami merasa yakin sekali bahwasannnya kami tidak bisa mengakomodir semua pendengar kami yang berkeinginan untuk telfon kami atau melalui sms whatsapp nah apabila masih ada pertanyaan terkait dengan tema ini, anda dapat bertanya melalui pejabat pengelola informasi dan dokumentasi atau PP inti instansi terkait PPId akan melayani permohonan informasi publik yang anda butuhkan dalam waktu sepuluh hari dari sekarang, semoga KIP terus tetap harus kami gaung kan mari terbuka ayo bertanya. Saya Muliadi Aziz mengakhiri kebersamaan kita untuk dialog sabaiknya yang anda tau kerjasama pusat pemberitaan LPP RRI yang dipersembahkan oleh Direktorat Komunikasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indo

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *